Fitnah dan Gossiping
- Sep 4, 2021
- 2 min read
Updated: Sep 10, 2021
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Bismillahirrahmani Arrahim.
sebagai seorang manusia yang tak luput dari salah, kita pasti pernah mengalami fitnahan atau menfitnah seseorang , sadar atupun secara tidak sadar. Jauh sebelum belajar jauh tentang agama yang indah ini. jatuh dalam sebuah fitnah apalagi jika memang apa yang di fitnahkan terhadap kita itu adalah tidak benar adanya. dan kita menyadari irnag orang disekeliling kita mulai berubah bahkan menarik diri dari pertemanan tanpa adanya TABAYYUN terlebuh dahulu.

Sikap kaum Muslimin terhadap fitnah atau tuduhan kepada sesama muslim seharusnya berhati-hati, yaitu berprasangka baik terhadap korban, tidak ikut-ikutan menyebarluaskannya dan memandang berita itu sebagai bohong besar.
Tuduhan harus dibuktikan dengan empat saksi. Bila tidak, penuduh dipandang sebagai pembohong yang berakibat bahwa ucapan dan kesaksiannya tidak dapat diterima selama-lamanya.
Allah tidak menghukum langsung pembohong dan penuduh palsu, tetapi memberi mereka kesempatan untuk bertobat. Fitnah atau berita bohong tersebar melalui mulut ke mulut tanpa keinginan memeriksanya terlebih dahulu. Fitnah atau berita bohong dapat distop dengan menghentikan membicarakannya dan menyikapinya sebagai bohong besar.
Allah memperingatkan manusia agar tidak menyebarkan berita yang tidak berdasar.
Ummul Mukminin ‘Aisyah telah difitnah oleh pemuka kaum munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul dan Mistah, keponakan Abu Bakar serta Hassan bin Tsabit.
Ummul Mukminin ‘Aisyah telah difitnah oleh pemuka kaum munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul dan Mistah, keponakan Abu Bakar serta Hassan bin Tsabit.
Fitnah itu tidak merugikan ‘Aisyah karena Allah mensucikannya dan membelanya serta akan menggantinya dengan surga di akhirat. Sebaliknya yang menjadi sumber tuduhan dan berita bohong itu akan diazab di akhirat.
Sikap kaum Muslimin terhadap fitnah atau tuduhan seharusnya hati-hati, yaitu berprasangka baik terhadap korban, tidak ikut-ikutan menyebarluaskannya dan memandang berita itu sebagai bohong besar.
Tuduhan harus dibuktikan dengan empat saksi. Bila tidak, penuduh dipandang sebagai pembohong yang berakibat bahwa ucapan dan kesaksiannya tidak dapat diterima selama-lamanya.
Allah tidak menghukum langsung pembohong dan penuduh palsu, tetapi memberi mereka kesempatan untuk bertobat.
Fitnah atau berita bohong tersebar melalui mulut ke mulut tanpa keinginan memeriksanya terlebih dahulu.
Fitnah atau berita bohong dapat distop dengan menghentikan membicarakannya dan menyikapinya sebagai bohong besar.
Allah memperingatkan manusia agar tidak menyebarkan berita yang tidak berdasar.
Penyebaran berita pornografi akan mendorong perzinaan. Dampak buruknya sangat besar, manusia tidak perlu meragukannya karena Allah lebih tahu daripada manusia. Pelakunya harus dihukum.
Isensi yang terkandung dalam Q.S. An-Nuur ayat 11-20 adalah
ayat ini memberikan pelajaran bagi orang-orang Mukmin agar berhati-hati atas tersebarnya berita bohong
dalam menerima suatu berita, seorang Mukmin hendaknya mencari kebenarannya terlebih dahulu
setiap manusia yang terlibat dalam kasus berita bohong akan mendapatkan balasan yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya,
setiap perilaku manusia baik dalam bentuk penglihatan, pendengaran, maupun perkataan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat dan
Allah memperingatkan manusia agar tidak mudah menyebarkan suatu berita atau informasi.





Comments